22 Nov 2006

Ini Sinopsis Ketiga Yang Gue Tulis

Pertama2 gue mau nulis sedikit tentang sinetron yang dulu gue suka. Pink. Gue nggak nulis sinopsisnya sampe tamat. Kenapa? Karena di akhir2 ceritanya udah mulai agak aneh (itu kata orang2). Kalo gue sih nggak terlalu merasa begitu. Tapi lebih kepada penggarapannya yang terlalu biasa aja dan kurang serius seperti di episode akhir. Di situ kan ceritanya Ruben (Habibi) baru balik dari luar negeri terus jenggotan. Nah, jenggotnya tuh enggak banget. Bagian make up-nya kurang bagus nih. Terus dari cerita, mau kritik juga sih, kok gampang banget bikin orang jadi meninggal, hilang ingatan, terus ada yang mati ketabrak mobil. Padahal proses seperti itu harusnya ‘agak susah’. Kesannya tuh ceritanya dibuat terlalu ‘cepat’.

Sinetron kedua yang pernah gue bahas di sini adalah Pengen Jadi Bintang. Masih di episode2 awal gue berhenti nonton karena menurut gue ceritanya ‘melambat’. Begitu2 doank. Cuma nyeritain hubungan cinta segitiga Dika-Bella-Riki. Aduh enggak banget (apalagi gue ga suka ama Bella yang asli, makin males lah liatnya). Tapi di akhir2 mulai seru lagi. Tentang Dika dan Riki yang berantem dan Riki milih gabung sama Mike, musuh mereka sendiri. Tapi ga tau gimana kelanjutannya tiba2 Dika-Riki jadi akur lagi dan mereka sekarang benar2 jadi bintang alias penyanyi rock yang sangat terkenal. Mungkin masuk ke sesi dua, diceritakan mereka berdua masuk ke sebuah sekolah dan dari situ timbul konflik2. Dika dan Riki, masing2 ada kasus dengan cewek (ceweknya berbeda) yang kemungkinan akan jadi pasangan mereka nanti. Cuma ceritanya jadi rada berlebihan aja, karena mereka selalu dikejar2 wartawan walaupun di sekolah (masuk akal, nggak? Namanya juga sinetron). Sudah ya, cukup sampe di sini aja interezzo-nya. mau nyeritain sinetron baru nih. Apa itu? Idola. Yang baru masuk episode dua.

Waktu ngeliat episode pertama sinetron ‘IDOLA’ gue langsung suka. Alasannya apa ya? Coba gue pikir2 dulu. Pertama, dua pemain utamanya udah gue kenal. Walapun mereka baru main sinetron, tapi selama berminggu2 mereka ikutan Indonesia Idol jadi mukanya udah apal banget. Ya nggak? Yang satu juara dua, yang satu juara tiga. Kedua, gue ngerasa chemistry dua pemain utama dapet banget, biarpun aktingnya masih kaku dikit. Ketiga, cerita sinetronnya tentang cinta, tapi ada scene kocak, scene marah2 (yang terlalu berlebih, menurut gue), romantis, haru, juga scene nyanyi yang bikin betah nonton (kecuali scene yang marah2 itu). Variasi deh (yang gue maksud itu episode satu). Keempat, nonton sinetron ini untuk mengatasi kejenuhan dengan maraknya sinetron jiplakan yang setiap hari menghiasi layar RCTI. Gila bo, masak tiap hari ada lebih dari satu sinetron jiplakan yang tayang. Eneg nggak tuh? Kadang2 kalo malam tv ga gue nyalain sama sekali. Ogah banget nonton jiplakan. Cuih!

Balik ke IDOLA. Kayaknya baru kali ini gue semangat ngomongin soal Indonesia Idol ya (hahaha! Tumben banget emang). Tapi gue suka tuh ama Gea, gara2 I Love Rock n Roll-nya yang mengguncangkan panggung II di 5 besar (sayang banget dia ga masuk final. Untung acara favoritku selalu pas milih juara. Huihihi). Dan Dirly, waktu workshop gue kira dia bakal out sebelum ikut Spekta. Ternyata salah bo, malah dia yang masuk final. Gara2 di internet ada yang suka banget ama dia, gue jadi ikut merhatiin apa sih hebatnya dia (dan pertanyaan itu belum ketemu jawabannya, kecuali mukanya yang ekspresif waktu main sinteron Idola). Dan serial Idola ini menepis anggapan kalo anak II ga bakal main sinetron. Siapa bilang kalo yang ikut kontes nyanyi ga boleh main sinetron? Lah, aturan dari mana itu? Penyanyi aja boleh main sinetron atau film (gue lagi nyindir penggemar II yang suka mencela AFI karena suka main sinetron. Padahal anak AFI yang suka main sinetron itu kebanyakan yang juara tengah sama juara2 akhir aja, contohnya Rindu, Lia, Tika dan Tiwi. Juara tiga besarnya jarang banget main sinetron. Kalo ada pun bisa diitung sama jari. Tia sinetronnya dua, Bojes ada dua, Indri malah cuma satu, Kia seringnya jadi figuran aja, O_o). Puas loe!

Oke, oke, nggak kayak mereka, gue nggak bakal mencela sinetron Idola. Emang ga ada alasan buat mencela, kan? Paling pertamanya aja pas liat iklannya, ‘hah anak Idol main sinetron?! Terus gimana tuh pendapat penggemar II yang suka ngejekin AFI?’ (hahaha, kok balik ke situ lagi tho, mbak).

Episode pertama ‘Idola’ gue nonton. Agak tabrakan ama Extravaganza dan Pirates of Carribian. Tumben satu malem ada tiga acara yang bagus2. Tapi waktu itu gue lebih milih nonton ‘Idola’ (kenapa ya judul sinetronnya harus terkait dengan Indonesian Idol. Idola, ngambil dari kata ‘idol’ kan? Hahaha!). Gue tulisin sinopsisnya ya. Sebenernya gue mau cari sinopsis aslinya dari internet (mungkin dari situs RCTI). Tapi karena takut nggak ketemu ya gue tulis aja duluan. Kalau pun ketemu ya nggak apa2 kan dobel? Lagian pengen tau juga apa perbedaan sinopsis asli dengan sinopsis buatan gue sendiri. Here we go...

Sinetron IDOLA, episode 1
Di suatu malam pergantian tahun, Gea dan Dirly ketemu secara nggak sengaja. Mereka tabrakan gitu, tapi dari situ mereka malah diberi gelar King n Queen. Nyanyi deh (lagunya ya Kemenangan Hati). Mereka sempat kenalan dan ngobrol2, tapi Dirly harus buru2 pulang. Gea mikir, kalo di cerita Cinderalla, ceweknya yang pulang duluan, eh ini malah kebalik (betul tuh!). Tapi Gea seneng bisa kenal dengan Dirly, apalagi Dirly ngasih minjem jaketnya ke Gea supaya dia nggak kedinginan (so sweet)

Gea masuk di sekolah baru yang ternyata sekolahnya Dirly juga. Belum apa2 dia langsung dapet musuh, yaitu Nuri, cewek yang suka sama Dirly. Nuri inget Gea adalah cewek yang bersama Dirly di malam tahun baru. Makanya dia nggak suka sama Gea. Tapi selian dapet musuh, Gea juga dapet teman, ada satu cewek yang baik sama dia. Mereka pun duduk sebangku. Dan ternyata Gea dan Dirly satu kelas. Waktu lagi pelajaran Dirly merhatiin Gea mulu sampai2 dia ditegur sama gurunya (hahaha).

Karena mau ada pertandingan basket, oleh pelatih basket (yang ternyata ayah Dirly) Dirly dan teman2nya diperingatkan harus rajin berlatih dan nggak boleh mikir hal2 lain di luar itu termasuk pacaran. Makanya ketika teman Dirly nanyain soal Gea, Dirly nggak ngaku. Tanpa dia tau, Gea mendengar kata2nya. Dari situ Gea jadi sebel banget sama Dirly.

Ibu Dirly mengajak anaknya mengunjungi tetangga baru. Tadinya Dirly nggak mau ikut. Tapi ibunya rada maksa. Akhirnya dia ikut juga. Ternyata tetangga barunya adalah Gea. Dan Gea pun pasang tampang jutek waktu ketemu Dirly. Dirly berpikir kenapa Gea bisa jadi seperti itu. Dan dia inget dengan kata2nya sendiri waktu di sekolah.

Malam2 Gea sedang memandang langit dari balkon rumahnya. Dari rumah seberang keluarlah Dirly. Gea langsung masuk karena masih sebal. Dirly menulis permintaan maafnya pada sebuah kertas yang dibuat menjadi pesawat2an. ‘Pesawat’ itu pun ia terbangkan ke rumah Gea. Setelah membaca, Gea pun memaafkan Dirly, malah dia memberikan nomor telponnya supaya mereka bisa saling bicara.

Ayahnya Dirly marah2 karena istrinya ingin bekerja padahal dia tidak mengizinkannya (ini yang gue bilang scene marah2nya terlalu berlebihan). Lewat telepon, akhirnya ayah Dirly mengetahui bahwa anaknya diam2 pacaran dengan Gea, tetangga mereka. Tapi itu semua adalah ulah Nuri yang berupaya menjauhkan Gea dari Dirly (ini yang gue bingung. Kok Nuri tau kalo Dirly dan Gea tetanggaan? Padahal Dirly aja baru tau. Apa ini ceritanya beberapa hari kemudian setelah kunjungan Dirly ke rumah Gea? Kalau di hari yang sama kayaknya ga masuk akal deh. Whatever lah...). Ayah Dirly segera naik ke kamar anaknya. Sementara Dirly sedang asyik telpon2an dengan Gea.


Sinetron IDOLA, Episode 2
Nah masih fresh nih. Soalnya baru nonton. Kesan gue, ceritanya agak loncat2. Episode kemarin kan ayah Dirly mau masuk ke kamar Dirly, tapi kok ga ada kelanjutannya.

Singkat cerita ya. Gea nemu bunga waktu dia nyari buku di perpus. Siapa lagi yang ngasih kalo bukan Dirly. Ada guru baru di sekolah. Kayaknya dia guru yang asik. Dia menyuruh muridnya memperkenalkan diri dan memberitahu hal2 yang disukainya. Dirly bilang menyukai basket. Tapi diem2 dia liat2an terus sama Gea. Gurunya tau. Gea pun bicara dan menyebutkan hal2 yang disuka. Terakhir dia mau bilang suka sama sesuatu tapi dia tidak mau mengatakannya. Setelah didesak ternyata dia bilang dia suka nyanyi. Padahal Dirly udah GR aja, dikiranya Gea bakal bilang kalo Gea suka dia (hehehe).

Gea dan Dirly jalan2 (settingnya di Puncak). Temennya (Nicky Tirta) ngadu ke ayah Dirly kalo Dirly lagi pacaran di suatu tempat. Mereka langsung pergi ke tempat itu. Temen Dirly ngeliat Dirly dan Gea. Tapi pas dia membawa ayah Dirly ke tempat itu, tiba2 Gea dan Dirly sudah tidak ada. Akhirnya ayah Dirly marah kepada Nicky Tirta (sori gue ga tau nama perannya). Ternyata Gea dan Dirly ga kemana-mana, mereka ngumpet di balik pohon. Begitu pulang, ayah Dirly mencari2 anaknya. Di kamar nggak ada. Ternyata Dirly lagi latihan basket. Dan dia bilang dari tadi dia latihan (padahal bohong tuh).

Nuri mengundang Gea ke pesta yang dibilangnya pesta kostum. Tentunya dia bohong (ugh, asli deh tokoh Nuri itu terlalu jahat!). Ketika Gea datang dengan kostum aneh dia diketawain. Nuri mengajaknya untuk ganti baju, tapi baju yang dikasih Nuri terlalu terbuka. Setelah itu Gea dikasih minuman yang sudah dikasih obat. Bukan obat tidur seperti biasanya, tapi obat yang membuat Gea dance dengan heboh (wah, kesian Gea dikerjain melulu. Gue tau nih fans-nya pasti ngamuk2 ngeliatnya). Oleh Nuri, Nicky Tirta disuruh dance bareng Gea. Saat itulah Dirly datang. Nuri senang karena rencananya berhasil. Dan Dirly pun melihat Gea dan Nicky sedang dance gila2an. Bersambung....

1 komentar:

  1. ada sinopsis selanjutnya ga ya? tau ga dlu tuh di film idola sempet ada yg namanya mario yang suka sama ghea, eh endingnya jadi ga tau sih gimana, cuman saya penasaran sama sosok mario, siapa nama aslinya ya?

    BalasHapus