13 Agt 2006

Sinetron ‘Pengen Jadi Bintang’ SCTV


Sejak hari selasa dua minggu yang lalu, ada sinetron bagus di sctv. Judulnya ‘Pengen Jadi Bintang’. Ceritanya unik. Sampai dua episode sih masih oke. Nggak tau deh kalau nanti. Karena lumayan suka, jadi gue tulis ceritanya buat kenang-kenangan :p. Tapi gue tulis bagian yang gue suka aja. Scene yang ga penting, ga usah lah yaa ;-). Pemainnya utamanya kebetulan gue demen tuh :p. Vicky Nitinegoro dan Dwi Andika. Hehehe. Oke, kita mulai ya...

Dua pemuda miskin, Riki (Vicky Nitinegoro) dan Dika (Dwi Andika), hobi banget main musik. Mereka pengen banget jadi bintang (sesuai dengan judulnya). Tapi hobi mereka itu tidak didukung oleh keluarga mereka, terutama Dika. Orang tuanya malah nyuruh dia jadi TKI.

Waktu Riki dan Dika lagi ngamen di jalan, lagu mereka dicuri oleh seorang penyanyi, Mike. Dan akhirnya di-klaim sebagai lagu ciptaan Mike. Riki dan Dika tidak terima. Mereka mendatangi rumah Mike untuk melabrak. Tapi malah mereka berdua yang dilaporkan ke polisi. Ayah Dika marah sekali. Akhirnya beliau menyuruh Dika jadi satpam. Di tempat Dika bertugas (sepertinya hotel), ia bertemu dengan Mike. Penyanyi yang sombong itu rupanya masih dendam pada Dika. Ia menginjak-injak harga diri Dika dengan menyuruhnya membersihkan kamar mandi.

Dika menangis di sebuah makam (kayaknya makam ibu kandungnya). Riki datang dan menghiburnya. Ia berjanji akan menjaga Dika. Karena Dika sudah dianggap seperti adiknya sendiri (so touchy. Bener deh, gue aja sampe terharu).

Masalah belum selesai. Dika melihat ibu tirinya sedang bermesraan dengan orang lain. Karena ibu tirinya takut dia akan mengadu. Maka ia memfitnah Dika, sehingga ia dipukuli habis-habisan oleh ayahnya. Adik tiri Dika memberitahu Riki. Dengan segera Riki datang dan menolong Dika. Ia pun sempat ditendang oleh ayah Dika karena berusaha menghalanginya (hiks, hiks. Ini scene yang so sweet juga).

Ayah Dika mengajak Dika ke sebuah tempat. Ternyata ia dijual sebagai TKI. Ayahnya menerima pembayaran yang lumayan besar. Dika menceritakan hal itu pada Riki. Tentu saja Riki tidak akan tinggal diam. Ia tidak rela jika Dika harus pergi jadi TKI. Apalagi harus meninggalkan hobi bermusik mereka.

Mereka mendatangi tempat agen TKI itu. Ternyata untuk membatalkan, mereka harus memberi uang ganti ditambah bunga lima puluh persen. Mereka pun bingung harus cari uang kemana. Pinjam sana sini nggak ada yang kasih. Sampai-sampai Riki bohong lagi dengan mengatakan Dika sakit kanker. Dika yang kaget langsung pura-pura lemes supaya dikira sakit beneran (huahaha!). Tapi orang yang dimintai pinjaman itu nggak percaya lantaran mereka udah sering banget bohong. Lagian hutang mereka yang dulu-dulu juga belum dibayar.

Malam harinya ada pencuri masuk ke rumah Dika. Pencuri itu mencuri uang dan menusuk ayah Dika. Dika teringat pada Riki. Ia menyangka Riki-lah si pencuri itu. Ia langsung melabrak dan memarahi Riki. Bahkan ia tidak mau berteman dengan Riki (aduh, sedih). Riki jadi bingung. Ia memang mau menolong Dika. Tapi tuduhan Dika sepertinya salah alamat. Tanpa sempat bertanya lebih lanjut, Dika keburu meninggalkannya.

Dari pembicaraan orang tuanya, akhirnya Dika tahu bahwa yang menusuk ayahnya bukan Riki, melainkan orang dari kampung sebelah. Dika langsung mencari Riki untuk minta maaf. Di rumah Riki, ia bertemu dengan ayah Riki yang seorang pemabuk. Ia mengatakan Riki sudah pergi. Dia ngomel-ngomel pada Dika. Karena kerjaan mereka cuma ngamen-ngamen nggak jelas. Lalu ia menunjukkan koran yang tadi dilihat terus oleh Riki. Dika pergi ke tempat lain. Seorang laki-laki memberi tahu bahwa setelah menerima telepon dari rumah sakit, Riki langsung pergi. Ia memberikan nomor telepon rumah sakit itu. Dika mencocokkan nomor telepon itu dengan iklan-iklan di koran. Ternyata itu adalah nomor telepon dalam iklan donor ginjal! Dika langsung kaget. Jangan-jangan Riki mau mendonorkan ginjalnya.

Dika berlari-lari mendatangi rumah sakit. Riki sudah berada di sana. Ia berpesan, jika terjadi sesuatu padanya diharap dokter akan menyerahkan uang pada seseorang yang ia akui sebagai adiknya. Ia memperlihatkan foto Dika.

Ketika Riki hendak masuk ruang operasi, ia masih sempat mengancam dokter agar tidak melupakan pesannya (huahaha...kocak abis Vicky ini :p). Dika sudah sampai di rumah sakit ketika Riki hendak dioperasi. Riki mendengar suara Dika, tapi ia meminta dokter untuk segera melakukan operasi. Sementara di luar, Dika ditahan oleh beberapa orang agar tidak masuk ke ruang operasi.

Pendapatku:
1. Temanya bagus, beda dari yang lain. Tidak bertele-tele. Ada scene kocaknya juga, jadi nggak garing.
2. Di sinetron ini banyak adegan Riki dan Dika nyanyi. Tapi aslinya mereka lipsync. Kenapa nggak nyanyi sendiri? Kan bisa lebih seru tuh. Lagian setau gue Andika udah rekaman. Vicky, gue nggak pernah liat dia nyanyi (gue liatnya waktu jadi pendamping Intan Nuraini waktu Intan nyanyi TTM di Ceriwis :p). Tapi di tv, gue pernah liat dia nge-jam bareng Eno Netral. Vicky main gitar (atau bas, ya? nggak tau). Keren lho! Tapi kalau lipsync-nya mereka karena kendala teknis, ya gpp deh. Tapi agak aneh aja, karena suaranya beda ;-)
3. Penampilan Riki (Vicky) udah lumayan dekil pake baju yang sobek-sobek. Tapi kadang make up-nya terlalu tebel. Sedangkan Dika (Andika) kadang bajunya kebagusan (emang ga boleh ya gembel pake baju bagus? :p). Di sinetron ini kan mereka berperan jadi orang yang miskin, bukan model. Jadi agak kurang down to earth gitu...
4. Gue nggak suka sama pemeran utama ceweknya. Bosen liatnya, tau deh kenapa. Rada eneg aja ;-). Sori ini pendapat yang sangat pribadi.
5. Kalau ke depan ceritanya jadi kacau (seperti sinetron-sinetron lain) gue nggak mau nonton lagi ;-)

*dilarang copy paste

4 komentar:

  1. tau gak lagu-lagunya apa aja film pengen jadi bintang t

    BalasHapus
  2. emng masih ada film y ?klo w pengen bgt nonton g ada sih diyoutube ?

    BalasHapus
  3. ada yang punya lagunya gak... lhok punya minta dong...

    BalasHapus